Perabot Dapur Tradisional: 17 Contoh dan Fungsinya

perabot dapur tradisional
perabot dapur tradisional (Ilustrasi - Homeypedia.com)

HOMEYPEDIA.COM – Perabot dapur tradisional pada zaman dahulu sangat membantu memudahkan aktivitas sehari-hari. Meski terbuat dari bahan yang tidak efisien dan desain yang kuno, faktanya beberapa perkakas rumah tradisional masih eksis hingga saat sekarang lho Sahabat. 

Biasanya, perabot dapur tradisional berfungsi sebagai perkakas pendukung yang meringankan pekerjaan manusia zaman dulu. Mulai dari aktivitas memasak, bertani, dan pembantu kegiatan sehari-hari lainnya. Sebagian orang di pedesaan masih memilih perkakas rumah kuno karena keawetannya. 

Bacaan Lainnya

Namun di era yang semakin canggih, perabotan tradisional kini tampaknya telah tergantikan oleh perkakas yang lebih modern. Akan tetapi, Sahabat masih perlu mengetahuinya, meskipun sekadar merasakan kenangan indah dan bernostalgia dengan masa lalu. Yuk, simak selengkapnya! 

Perabot Dapur Tradisional: Apa Itu? 

Dikutip dari buku berjudul Asia Industrial and Institutional Stove Compendium, perabotan rumah lawas mulanya muncul dari proses rangkaian peradaban manusia. Dalam pengertiannya, perabot dapur tradisional adalah perkakas yang bersifat tradisional yang secara turun menurun diwariskan oleh nenek moyang terdahulu. 

Dalam definisi tersebut, dikatakan tradisional sehingga perkakas itu memiliki ciri khas atau keunikan tersendiri. Tentunya, sangat berbeda dengan produk perabot rumah era modern. Baik dari sisi bahan pembuatan, bentuk, desain, dan kualitasnya. 

15 Perabot Dapur Tradisional: Jenis, Contoh, dan Fungsinya 

Setelah Sahabat mengetahui pengertian apa itu perabot rumah tradisional, sekarang saatnya mencari tahu apa saja jenis, contoh, dan wujud dari perkakas kuno tersebut. 

Dilansir dari sebuah penelitian yang diterbitkan di Jurnal Arkeologi Papua, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, inilah 17 perabotan rumah tradisional lengkap dengan jenis, contoh, dan fungsinya. 

A. Perabot rumah tradisional untuk memasak di dapur 

1) Tungku masak 

perabot masak

Tungku masak adalah perabot memasak yang menggunakan kayu sebagai bahan bakar. Selain memberikan rasa makanan yang lebih enak, menggunakan tungku masak juga membantu mengurangi emisi gas yang berbahaya bagi lingkungan. 

2) Dandang 

Dandang tradisional

Perabot rumah tradisional untuk memasak di dapur selanjutnya adalah dandang. Dandang biasanya digunakan untuk memasak nasi atau makanan lainnya dengan cara mengukus. Perkakas tradisional ini terbuat dari bahan tanah liat atau keramik dan memiliki bentuk seperti pot besar dengan penutup di atasnya.

3) Belanga 

perabotan dapur tradisional

Perabot tradisional belanga adalah salah satu media masak yang populer di Indonesia. Perkakas rumah ini terbuat dari tanah liat atau keramik dan memiliki bentuk seperti panci dengan gagang yang terbuat dari bahan kayu atau bambu. Belanga biasanya digunakan untuk memasak berbagai jenis masakan, seperti sayur, daging, atau ikan. 

4) Wajan 

perabot rumah tradisional tanah liat

Wajan tradisional terbuat dari bahan besi atau baja dengan bentuk bundar dan datar pada bagian bawahnya. Perabotan dapur tradisional ini biasa digunakan untuk menggoreng, menumis, atau memasak berbagai jenis masakan. Ini adalah salah satu dapur masak yang paling populer dan sering digunakan di Indonesia.

5) Kendi

kendi tradisional

Kendi adalah salah satu jenis perabotan minum yang telah digunakan sejak zaman dahulu di Indonesia. Perabot dapur tradisional ini terbuat dari tanah liat atau keramik dan memiliki bentuk seperti botol dengan gagang pada bagian atasnya. 

Selain memiliki fungsi praktis sebagai perkakas untuk menyajikan minuman, kendi juga memiliki nilai estetika yang tinggi dan sering digunakan sebagai hiasan dalam dekorasi rumah

6) Tempayan atau Gentong 

perabotan dapur tradisional tempayan

Perabotan dapur tradisional bernama tempayan merupakan salah satu jenis wadah tradisional yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan atau minuman. Perabot rumah ini terbuat dari tanah liat atau keramik dengan bentuk bulat dan datar pada bagian bawahnya, serta memiliki penutup di atasnya. 

Tempayan biasanya digunakan untuk menyimpan bahan makanan seperti nasi, gula, atau rempah-rempah. Perkakas tradisional ini memiliki keunikan tersendiri karena terbuat dari bahan alami tanah liat atau keramik yang membuatnya lebih tahan lama dan ramah lingkungan. 

7) Parutan kelapa 

parutan kelapa

Parutan kelapa merupakan perabotan dapur tradisional yang terbuat dari kayu. Perkakas ini digunakan untuk memarut kelapa dan sering ditemukan di rumah-rumah tradisional di Indonesia. 

Bentuk parutan kelapa ini biasanya persegi panjang dan terbuat dari papan kayu pohon melinjo yang diberi kawat baja yang tajam di atasnya. Pilihan kayu pohon melinjo ini tidak sembarangan, karena pohon melinjo mengandung minyak yang ketika digunakan untuk memarut kelapa, membuat rasanya lebih lezat dan gurih.

8) Cobek atau Ulekan 

Cobek dan Ulekan

Di daerah Jawa, cobek dan ulekan dikenal dengan nama lemper dan munthu. Penggunaan cobek dan ulekan membutuhkan tenaga dan keahlian khusus agar bahan makanan dapat dihaluskan dengan baik. 

Namun, meskipun cukup melelahkan, hasil dari penggunaan cobek dan ulekan biasanya lebih terasa segar dan aroma rempahnya lebih kuat dibandingkan dengan menggunakan perabot dapur modern seperti blender.

9) Lesung kayu 

lesung kayu

Lesung kayu adalah perabot dapur yang digunakan untuk menumbuk bahan-bahan makanan seperti cabe, bawang, atau rempah-rempah. Barang dapur ini terbuat dari kayu dan sangat efektif dalam menumbuk bahan-bahan makanan tersebut. 

B. Perkakas rumah tradisional untuk kebersihan rumah 

10) Sapu lidi 

Sapu lidi

Media masak tradisional yang difungsikan sebagai perkakas kebersihan rumah pertama adalah sapu lidi. Mungkin pemasak ini masih umum digunakan sampai sekarang, namun faktanya sapu lidi sudah ada sejak zaman dulu. Perkakas pembersih lantai tradisional ini terbuat dari serat daun kelapa atau bambu yang diikat pada sebatang kayu.

11) Sapu Ijuk 

Sapu ijuk

Sapu ijuk dipahami sebagai pembersih lantai tradisional yang terbuat dari serat daun kelapa atau bambu yang diikat pada sebatang kayu. Salah satu jenis perabot rumah tradisional ini umumnya digunakan untuk membersihkan debu atau kotoran pada permukaan kasar seperti dinding, atap, atau kusen pintu dan jendela. 

12) Sisir kelapa 

Sisir kelapa adalah platform pembersih yang terbuat dari serat kelapa yang diikat menjadi segitiga atau persegi panjang dengan pegangan kayu di bagian belakangnya. Perkakas rumah fungsional ini biasanya digunakan untuk membersihkan noda atau kotoran pada permukaan yang lebih kecil seperti sela-sela meja, kursi, atau media dapur.

C. Perabotan rumah tradisional untuk membuat kerajinan 

13) Batu asah 

batu asah

Batu gosok atau batu asah adalah perkakas yang digunakan untuk mengasah pisau. Batu asah ini terbuat dari batu alam dan digosokkan ke pisau atau benda tajam lainnya untuk mengasahnya kembali. 

14) Penggiling kopi manual 

penggiling kopi manual

Jika Sahabat adalah pecinta kopi, penggiling kopi manual adalah benda yang wajib dimiliki. Benda ini membantu mempertahankan aroma dan rasa kopi yang lebih baik. 

D. Perabot rumah tradisional untuk bercocok tanam 

15) Media pemotong padi tradisional

Media pemotong padi tradisional adalah teknik yang sangat berguna dalam kegiatan pertanian. Meskipun sudah ada teknologi modern untuk memotong padi, namun perkakas tradisional ini masih sering digunakan oleh petani di pedesaan. Benda serbaguna pemotong padi tradisional terbuat dari bahan-bahan alami seperti bambu, kayu, dan besi, yang membuatnya ramah lingkungan dan murah.

16) Pacul 

pacul tradisional

Media perkakas rumah tradisional untuk bercocok tanam berikutnya adalah pacul. Benda unik yang terbuat dari besi atau baja ini digunakan untuk menggali lubang tanam, memindahkan tanah dari satu tempat ke tempat lain, atau membongkar bebatuan di lahan pertanian. 

17) Sabit 

Dalam mengelola lahan pertanian, sabit dapat membantu petani dalam mengurangi biaya operasional. Sabit lebih terjangkau daripada mesin pemotong rumput modern yang harganya cukup mahal. Selain itu, penggunaan sabit juga lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi udara atau suara yang mengganggu.

Akhir Kata

Itulah setidaknya 17 perabot dapur tradisional beserta jenis, contoh, dan fungsinya. Meskipun sudah ada sejak zaman nenek moyang kita, namun keberadaannya masih sangat berguna hingga kini. 

Tidak jarang, sebagian orang masih menggunakan perabot dapur tradisional karena bisa mengeluarkan rasa yang khas. Selain itu, penggunaan perabot dapur rumah tradisional tersebut dapat membangkitkan kenangan dan rasa nostalgia dengan masa lalu. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan